Thursday, May 19, 2011

Kosong

Bismillah

Melihatkan blog yang sudah lama tidak terupdate.
Yang aku ketepikan sementara, untuk memberi laluan kepada peperiksaan.

Namun kini, jari-jemariku kaku.
Tiada luahan kata yang dapat tercetus dari hati.

Peperiksaan sudahpun tamat.
Masa? Terasa banyak sungguh masa yang Dia berikan, namun... jarang sekali terisi dengan perkara bermanfaat.

Astagfirullah... x3

Membaca kisah-kisah manusia yang mampu membakar semangat
Namun aku hanya mampu membaca sahaja
Anggotaku, tidak mampu lagi tergerak atas kata-kata itu

Mendengar talk-talk yang hebat
Seringkali mampu menarik aku untuk bersama-sama, merasakan semangat yang di bawa
Namun, kini aku hanya mampu 'menghidunya'
Tidak lagi dapatku 'merasa'

Allah...
Aku rasa aku telah kehilangan sesuatu
Yang kehilangannya, aku rasa seperti tiada apa erti aku kini hidup di dunia
Seperti aku telah pun mati
Walau ajalku belum tiba lagi

Ya Allah
Kembalikanlah ia ya Allah..

Aku 'kehilangan' Kau di hatiku
Aku dahagakan cintaMu untuk aku terus melangkah lagi

Kau yang Maha Kuasa atas segala-galanya
Kau yang Maha Mendengar setiap rintihan hati

Ampunilah segala dosa hambaMu ini
Kembalikanlah rasa rindu, cinta, zuq mengingatiMu
Melebihi ingatanku terhadap, keserabutan dunia

Kerana terkadang
Sibuknya aku memikirkan perihal dunia
Aku lupa terhadap sesuatu yang jauh lebih bernilai dari semua itu
Ingatan kepadaMu

Kerana terkadang
Sibuknya aku menjaga hak-hak aku dan manusia
Dan aku juga kehilangan sesuatu
Yang tidak ternilainya di dalam dunia semu ini
Iaitu, cinta dan keimanan kepadaMu

Kembalikanlah ya Allah,
Kembalikanlah

Moga aku dapat kembali mengalirkan air mata, menikmati kelazatan iman.. yang kini, aku telahpun kehilangan >_<

Aminn ya Rab....


" You no longer moved, by Allah words. You no longer moved, when you hear Qur'an. It's been a long time, since you cried in solah. It's a been a long time, since your hert felt something." -Nouman Ali Khan (Islam and Ego).

-truth seeker-
in the observation of Allah

Monday, May 16, 2011

Ad-Deen - to serve Allah, or to serve ourself?

Bismillah.

Just want to share a video. It is a lecture given by Nouman Ali Khan on the topic "Islam and Ego", and I really love it.

May Allah gives blessings to him. InsyaAllah.

Try to listen. InsyaAllah, you will get benefits out of the lecture.


-truth seeker-
in the observation of Allah

Sunday, May 8, 2011

Ikhlaskah aku?

Bismillah

The truth in life..

Ramai orang akan cuba mendekati kita, tatkala melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada kita (pinjaman Allah).. yang mungkin jarang didapati pada insan-insan yang lain.

Yet...

Apabila terlihat kelemahan-kelemahan yang ada pada diri, tak ramai yang akan terus berada di sisi.

Hanya mereka yang ikhlas menyayangi, akan tidak sekali-kali meminggirkan kita.

Sebaliknya, mereka akan terus berada dekat dengan kita, untuk sama-sama memperbaiki kekurangan yang ada.

Kerana diri kita, dirasakan sebahagian dari diri mereka.

Kelemahan kita, adalah kelemahan mereke juga (bersama).

Kekuatan kita, adalah kekuatan bersama juga hakikatnya. ^_^


"Perumpamaan kaum Mu'minin dalam hal saling sayang-menyayangi, saling kasih-mengasihi dan saling iba-mengibai itu adalah bagaikan sesosok tubuh. Jikalau salah satu anggota dari tubuh itu ada yang merasa sakit, maka tertarik pula seluruh tubuh - karena ikut merasakan sakitnya - dengan berjaga - tidak tidur - serta merasa panas." (Muttafaq 'alaih)

-truth seeker-
in the observation of Allah

ps: kelemahan itu - dalam pelbagai bentuk. mungkin juga, kelemahan iman / kelemahan, masih belum dapat membersihkan diri sepenuhnya dari karat-karat jahiliyyah.
ps: "kelemahan kita, adalah kelemahan bersama. kekuatan kita, adalah kekuatan bersama juga" - kata-kata dari seorang ikhwah. cukup tersentuh.

Saturday, May 7, 2011

Living the life I chose, Walking the path I took

Bismillah

*harap, diabaikan segala grammar mistakes dsb. harap dimaafkan.

Sometimes, constant pressures can shut our mouth up.

Sometimes, constant 'rigid' surrounding may blocked our mind.

Sometimes, living in a same 'closed community', may limited our moves.

Yes.

Surroundings may affect us.

But, here is a point.

Outside pressures may give impact to your life. Yet, at the end, it is still you are the one who gonna decide, what decision you gonna took. Am I right?

You always have the pick, whether to let the surroundings 'control' you. Or you controlled your ownself.

" Sibghatallah. Wa man ahsanu minallahi sibghah. Wa nahnu lahu 'aabidun." (Qs. 2: 138)

Your life is always there for the taking.

Allah have given you full power to decide, what is the path that you're taking, what are the things that you do, what words that came out from your mouth.

You decide.

Others can't.

Just, the only thing that you must bear in mind, for all the things that you did, you are the one who will be responsible for it. No one else will.

Berani buat, berani tanggung.

For any wrong doings, you should ready to be blamed.

For any disobedience to Allah that you want to do, you must always be aware, that will also make yourself, qualified for His resurrection.

For Allah will never be unjust to us.

We are the one who unjust toward our ownself, by making all those sins.

True?

Again. We have the freedom to do, anything as our wish. And at the same time, we will be responsible for it.

That is the only thing we must always bear in mind.

Other than that, nothing to be worried about.

Do as what your heart tells you to do.


Don't let others, try to influence you into the bad path.

Caused again, the power is in your own hand.


" Maka Dia mengilhamkan kepadanya(jiwa) (jalan) kejahatan dan ketaqwaan.

Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),

Dan sungguh, rugi orang yang mengotorinya." (Qs. 91: 8-10)



You're a caliph. (refer Qs. 2: 30)

Always remember that.


That means, you will always have some works to be done, here, in this world, which full of lies.


Wake up!


Before you, you'll have been woke up, in the Hereafter.


Then, nothing can be changed anymore.

-truth seeker-
in the observation of Allah

Friday, May 6, 2011

Malas?

Bismillah

Wahai orang-orang yang beriman!
Mengapa apabila dikatakan kepada kamu,

'Berangkatlah di jalan Allah',

kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?

Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat?

Padahal kehidupan di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

[Surah At-Taubah, 9: 38]

-truth seeker-
in the observation of Allah

ps: xboleh malas-malas lagi... -_-'
ps: insyaAllah, lepas exam nanti, akan kembali meng'restructure' penulisan di sini. bukan sekadar update, tetapi, tiada nilai. moga-moga Allah memberi kekuatan, dan keizinan.

Wednesday, May 4, 2011

3 faktor - tidak mampu meninggalkan legasi

Bismillah

1. Berjiwa kecil - kurangnya semangat dan keyakinan diri.

2. Berakal kecil - fikir perkara remeh-temeh.

3. Beramal kecil - keinginan untuk berkorban jiwa dan harta yang rendah.

[Akhi Roshidi]

-truth seeker-
in the observation of Allah

Sunday, May 1, 2011

Al-Mujahid

Bismillah

Aku membayangkan al-mujahid itu sebagai seorang pemuda yang sentiasa membuat persiapan, menyediakan bekalan, berupaya menguasai fikiran yang memenuhi setiap sudut jiwa dan segenap jurusan hatinya.

Dia sentiasa berfikir dan menumpukan perhatian sepenuhnya terhadap persiapan yang terus-menerus.

Apabila diseru dia menyahut.

Apabila dipanggil dia menjawab.

Pulang dan perginya, perkataan dan bicaranya, kesungguhan dan gurauannya tidak melampaui bidang yang disediakan untuknya.

Dia tidak mengambil tugas selain daripada yang telah dituntut ke atasnya.

Dia berjihad di jalanNya.


Kamu dapat membaca dari garis wajahnya, melihat pada kilauan matanya dan mendengar pada gerakan lidahnya segala yang bergelora dalam hatinya berupa hawa yang melekat, kesakitan yang terpendam, keazaman yang benar, kesungguhan, cita-cita yang tinggi dan matlamat yang jauh sentiasa memenuhi jiwanya.

-Iman Hassan Al-Banna-



-truth seeker-
in the observation of Allah

Saturday, April 30, 2011

Buntu?

Bismillah

Pernahkah kamu merasakan
Hari demi hari
Kamu, semakin jauh dan jauh dari Allah
Berkali-kali, kamu berusaha untuk menongkah arus
Namun kamu tewas
Lagi dan lagi
Membawa dirimu terus hanyut
Ke dalam jalan
Yang melupakan Allah

Pernah?


Pernahkah kamu merasakan
Kamu itu banyak kekurangannya
Kurang di situ
Masih lemah di sini
Kamu berusaha dan berusaha untuk memperbaiki diri
Namun terkadang
Lelah menguasai
Lantas, putus asa mula muncul dalam diri
Kamu membenci perasaan itu
Akan tetapi tetap
Ia muncul dan muncul
Sedangkan, perjalananmu itu masih jauh
Namun
Jalan-jalan keluar itu seakan-akan tidak lagi kelihatan

Pernah?


Buntu..
Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan
Seakan-akan tersepit di tengah-tengah

Antara NAFSU dan KEIMANAN
Antara DUNIA dan AKHIRAT
Antara mahu MENGALAH, atau masih ingin MENERUSKAN PERJUANGAN

Adakah pernah kamu merasakan seperti itu?

Jika itu yang kamu sedang rasakan di saat ini
Ketahuilah
Sesungguhnya
Allah telah pun memberimu jawapan terhadap persoalanmu itu
Di dalam surat cintaNya

Jawapan dari Allah yang cukup jelas dan meyakinkan
Yang mampu membuat hati yang sedang serabut itu
Kembali mendapat ketenangan

Atas keyakinan
Pada janji Allah yang tiada kesangsian

Firman Allah s.w.t.

" Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah berserta orang-orang yang berbuat baik." (Qs. 29: 69)

*berjihad = berusaha bersungguh-sungguh

Subhanallah
Saya cukup tersentuh tatkala membaca ayat ini

Bukankah Allah dah janji
Jika kita berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari keredhaanNya
Allah pasti akan menunjukkan kita
Jalan-jalan yang terhampar buat kita
Dalam menuju kepadaNya

If there's a will, there's a way


Jika ada kemahuan, di situ ada jalan

InsyaAllah

Itu janji Allah
Ada siapa-siapa yang lebih tepat janjinya daripada Allah?

Allah...

Wahai kamu yang rasa dirimu makin jauh daripada Allah
Wahai kamu yang rasa dirimu banyak kekurangan untuk berjuang di jalanNya

Ingatlah
Janji Allah ini

Sekarang
Letakkan keazaman yang tinggi dalam dirimu untuk mendekatkan dirimu kepadaNya
Berazamlah, untuk tetap dalam ketaatan kepadaNya
Dan jangan sekali-kali memberikan nafsu peluang untuk menguasai dirimu lagi

Kerana
Nafsu itu yang akan membawamu kepada kemaksiatan
Nafsu itu yang akan membawamu rasa malas dan lemah untuk bangkit dari kejatuhan

Dan..
Jangan lupa untuk sabar eh?

Sungguh, hanya dengan sabar itulah
Kita akan terus dapat bertahan
Di atas jalan yang panjang dan penuh liku ini
Dan tetap berpegang teguh pada janji-janjiNya

InsyaAllah

Justeru itu wahai insan
Berjihadlah kamu demi mendapatkan redhaNya

Kerana Allah telah pun berjanji


Dia pasti akan bersama-sama denganmu


Dia pasti akan membimbingmu ke jalanNya


Pada tiap langkah yang kamu ambil


Pada tiap nafas yang kamu hirup


Yang demi mencari keredhaanNya, kamu lakukan



Yakinlah! :)



" Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan haqqo jihadih(jihad yang sebenar-benarnya). Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama.

(Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.

Maka dirikanlah solat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dia adalah Pelindungmu; Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Qs. 22: 78)

-truth seeker-
in the observation of Allah

Sunday, April 24, 2011

Must endure burning

Bismillah


" What is to give light, must endure burning."

And to obtain a never run out source of energy,

Is ONLY from The Almighty,

The Eternal Ones.

-truth seeker-
in the observation of Allah


ps: maaf, jika beberapa post-post sebelum ini kelihatan seperti hanya bersifat peribadi. di masa akan datang, akan saya usahakan, agar tulisan-tulisan di sini akan punya manfaat juga buat yang membaca. insyaAllah. :)

mengingatkan diri sendiri, bahawa tujuan blog ini tercipta, bukan sekadar untuk peringatan diri sahaja.

Friday, April 22, 2011

c. i. n. t. a.

Bismillah

Ya Allah,
Aku hanya mahu cinta kepadaMu
Terisi di dalam hatiku

Ya Allah
Aku hanya mahu nama-namaMu
Bermain di fikiranku

Biar terkikis
Cinta-cintaku terhadap dunia
Yang kurasa
Telah lama kubiarkan ia melilit, mengarati hati ini

Kikis, kikis dan kikis
Terkikis, biar tanpa sisa

Moga-moga, hati ini akan merasa tenteram dan bahagia, tatkala Kau menjemputku kembali... kerana Kau, kecintaanku

-truth seeker-
in the observation of Allah

Thursday, April 21, 2011

Cinta

Bismillah

Alhamdulillah, syukur dan cinta kepada Allah, Dia masih lagi terus-menerus memberi saya peringatan, walaupun acap kali, saya melupakan.
Biarpun seringkali juga, saya buat tidak endah. astagfirullah.

Maaf.

Saya terpaksa memendekkan bicara untuk tulisan kali ini, memandangkan hari esok, saya akan dihadapkan dengan ujian. Ujian universiti, yang merupakan salah satu dari ujian-ujian dunia. Semoga Allah permudah.

Sebelum ini, saya ada mengambil keputusan untuk berhenti menulis buat sementara waktu.
Ada beberapa kejadian, di alam realiti, yang 'menyuruh' saya agar "less talk, more actions." Menyeru saya supaya lebih fokus untuk perbaiki diri terlebih dahulu, sebelum menyampaikan pada orang lain.

Namun begitu, tetap, pada kali ini, saya mahu juga menulis.

Kerana saya menulis ini buat peringatan diri.
Agar kesedaran yang saya perolehi ini, saya tidak mudah lupa.
Agar tatkala saya leka, tulisan ini bakal kembali mengingatkan saya.

Oleh kerana itu, saya kembali menulis.

---

Wahai jiwa yang berada di dalam gengamanNya
Ingatlah
Jangan sesekali kerana engkau ingin mengejar dunia, kau melupakanNya.
Jangan sesekali kerana engkau tergesa-gesa menginginkan hasil, kau tidak menjaga hubunganmu dengan Allah.

Jangan. Jangan. Jangan.

Terkadang,
Tindakanmu betul.
Kau cuba melaksanakan tanggungjawab dan perananmu sebagai muslim.
Seorang muslim yang perlu berdakwah.
Seorang muslim yang perlu menjaga akademiknya.
Seorang muslim yang perlu menjaga imejnya, agar tidak menjadi fitnah buat Islam.

Namun, terkadang
Dalam kau sibukkan dirimu melakukan itu semua
Kau seakan-akan lupa
Atas apa engkau gerakkan segala usahamu pada mulanya?

Bagaimana mungkin hatimu merasa tidak tenteram, tatkala kau diuji dengan bebanan-bebanan kerja, sedang yang kau lakukan itu adalah suatu ibadahmu kepadaNya?

Bagaimana mungkin dirimu merasa gelisah, tatkala kau dicuba dengan fitnah-fitnah dunia, sedang kau tahu yang menetapkan segalanya adalah Allah? Mana mungkin Dia bertindak zalim terhadap hamba-hambaNya.

Bagaimana mungkin dirimu mula memandang enteng, khusyukmu dalam membaca Al-Qur'an, kedamaianmu tatkala kau bersolat menghadapkan diri kepadaNya, atas sebab sibuk akan urusan-urusan dunia, yang bukankah hakikatnya semua itu juga kau lakukan demiNya?

Astagfirullah...
Ampunilah hambaMu ini ya Allah.
Atas kelalaianku dalam mengingatiMu
Atas kelekaanku, dalam menjaga keikhlasan dalam beribadah kepadaMu

Kini ku sedar
Dan aku teramat-amat yakin
Bahawa biar apa dugaan yang melanda
Walau sesibuk mana, aku disibukkan dengan tanggungjawab dunia

Hati ini tidak boleh sekali-kali lalai mengingatimu ya Allah
Jiwa tidak boleh sekali-kali 'disconnect' denganMu
Suara hati perlu sentiasa ku suarakan, agar terus dan terus dapat berbicara denganMu

Sungguh
Mengejar hasil di dunia, adalah suatu ujian buat dirimu juga
Namun, apa yang penting
Jangan sekali-kali kau mengabaikan hubunganmu dengan Allah
Jangan sekali-kali kau merasa kecewa atau berputus asa kepada janjiNya, atas ujian yang Dia berikan
Jangan sekali-kali kau biarkan hatimu itu, tandus

Tandus dengan cintaNya. . .

Mana mungkin kau dapat ikhlas dalam melakukan amal kebaikan, sedang hatimu itu tidak terisi dengan cinta kepadaNya?

Jaga hati.
Jaga hati.
Jaga hati.
Suburkan benih-benih cinta kepadaNya.
Agar cinta itu berkembang mekar dan indah di dalam hatimu.

Dan
Tidak pula aku menyuruhmu untuk berhenti dari terus berusaha
Asalkan,
Kembalikan segala urusan itu kepada Allah

Kembalikanlah
Agar, usaha-usahaMu itu kelak akan membawa nilai
Di sisi Dia Yang Maha Pengasih, Maha Teliti.



Ya Allah,
Isikanlah hatiku kecilku ini
Dengan kemanisan, cinta kepadaMu.


-truth seeker-
in the observation of Allah

Friday, April 15, 2011

.

Bismillah

silence
stillness

biar amal berbicara.

" Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka lalu mereka dipisah-pisahkan. 
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan. 
Dan mereka berkata kepada kulit mereka, 
' Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?' 
(Kulit) mereka menjawab, 
' Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dia-lah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.' 
Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan." 
(Qs. 41: 19-22)
 -truth seeker-
in the observation of Allah

Tuesday, April 12, 2011

Kenapa perlu rasa berjasa?

Bismillah

" Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah,

'Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu,
sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu
dengan menunjukkan kamu kepada keimanan,
jika kamu orang yang benar.'"

[Surah Al-Hujurat, 49: 17]


We are the ones who should be very grateful to Allah,
Not Him.
Not others.

We are the ones who need Him,
Not Him.

Don't feel proud of all the good things that you do.
Always remember that
It's only by His permission and blessings, do those things happened.

And,
If you try to compare them with all the things and pleasures that He has given to us....

It's NOTHING.

Yet, by His mercy, He will not belittled even a tiny deed that we do. :)

SubhanAllah.



-truthseeker-
in the observation of Allah

ps: semoga aku tidak lupa... ya Allah, terima kasih atas segalanya.

Sunday, April 10, 2011

It's never too late, to repent

Bismillah

Sekadar mahu berkongsi satu video. Yang bagi saya cukup menginsafkan.
Buat mereka-mereka, yang ingin/sedang dalam jalan untuk kembali kepada Islam, video ini saya kira dapat memberi kesan kepada anda.

Ingatlah,
Saya tidak pernah mengatakan untuk berubah itu mudah.
Saya tidak pernah menjanjikan kesenangan dan jalan yang selesa dan sentiasa damai, jika jalan kepadaNya yang anda pilih.

Cuma,
Yang saya mampu katakan,
Jangan anda ragu-ragu untuk mengambil langkah pertamamu
Letakkan Dia sebagai niat anda berubah
Walaupun anda pasti merasai kesakitan demi kesakitan
Ketahuilah, anda tidak akan pernah menyesal.

It's worth it.
All of it...

Trust me,
You will never regret.




Lirik: Pencari JalanMu, Afgan

Telah banyak yang ku lewati
Jalan hitam di dunia
Tak terhitung salah menodai


Masihkah ada kesempatan
Bagiku mendekatkan
Hati dan cinta kasihMu


Ku ingin bersihkan diriku
Dari segala dosa
Yang telah ku perbuat hingga kini


Ku ingin bersihkan jiwaku
Terangilah dengan segala
Petunjuk jalanMu


Bersihkan, terangi, hidupku


Tiada yang ada selainMu
Yang selalu menjagaku
Meski kadang tinggalkanMu


Aku hanyalah manusia
Yang mencari jalanMu
Yang pasti kembali padaMu



Ku ingin bersihkan diriku
Dari segala dosa
Yang telah ku perbuat hingga kini

Ku ingin bersihkan jiwaku
Terangilah dengan segala
Petunjuk jalanMu

Ku ingin bersihkan diriku
Dari segala dosa
Yang telah ku perbuat hingga kini

Ku ingin bersihkan jiwaku
Terangilah dengan segala
Petunjuk jalanMu


-truthseeker-
in the observation of Allah

Wednesday, April 6, 2011

I. K. H. T. I. L. A. T.

Bismillah.

Hairan
Terkadang manusia itu telah TAHU,
Ikhtilat antara kedua-dua insan bukan muhrim itu
Hanya apabila ada keperluan yang syari'e

Akan tetapi
Manusia itu SEAKAN-AKAN TIDAK FAHAM,
Lantas mentafsir ia menggunakan NAFSU
Mengatakan ikhtilat - selagi mana tidak bermesra ber'lebih-lebih'an.

Hairan
Terkadang manusia itu telah TAHU,
Jodoh itu dalam ketentuan Allah

Akan tetapi
Manusia SEAKAN-AKAN TIDAK FAHAM,
Lalu, terus-menerus berusaha 'berkenal-kenalan'
Walau diri, masih JAUH dari persediaan

Hairan
Terkadang manusia itu selalu menyebut-nyebut
Ketentuan Allah, pasti ada kebaikan

Akan tetapi
Bila berbicara tentang pernikahan
Seakan-akan manusia itu lupa, bahawa itu juga percaturan Tuhan
Mengeluh, merintih
Seakan-akan diri mereka dalam penderitaan
Apakah mereka tidak yakin, pada kebijaksanaan Tuhan Yang Mengaturkan?

Hairan
Terkadang manusia itu mengeluh
Pasangannya curang
Pasangannya main belakang

Akan tetapi
Manusia itu lupa
Kau itu sendiri, bagaimana?
Sudah cukup melaksanakan perintah Tuhan?
Sudah cukup menjaga diri dan pergaulan?
Kerana tiada untukmu yang soleh dan taat,
Jikalau engkau sendiri yang ingkar perintah Tuhan.



" Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." (Qs. 24: 26)



Jagalah ikhtilat.
Jagalah pergaulan.


Lakukan kerana Allah,
Bukan untuk mendapatkan wanita/lelaki pilihan.


Jangan biarkan pula, diri kita menjadi FITNAH kepada Islam.

-truthseeker-
in the observation of Allah



ps: maaf, jika bahasanya dirasakan agak kasar. peringatan untuk diri. diri. dan diri terutamanya.


ps: yakin pada Allah. percaya pada Allah. cinta pada Allah. jangan sekali-kali meletakkan 'double standard', apabila berbicara tentang cinta/hubungan lelaki-wanita.

Monday, April 4, 2011

Jangan biarkan diri kita terus ketinggalan. . .

Bismillah.

Malam berganti siang.
Hari berganti hari.
Minggu berganti minggu.
Bulan berganti bulan.
Tahun berganti tahun.

Masa terus berlalu, dan berlalu..
Meninggalkan mereka yang terus leka dan alpa.
Yang mengisi masa mereka dengan perkara sia-sia dan keduniaan semata.
Yang mengisi otak mereka, memikirkan hal-hal diri mereka semata.

"Life is too short. So, let's enjoy life to the fullest, eh?"

Is it?

Introspeksi diri.
Apakah yang telah aku isi masa-masa aku selama ini?

Adakah aku telah mengisinya dengan sebaik-baiknya, buat bekalan di akhirat sana?
Ataukah, banyak masa yang ku bazirkan dengan perkara-perkara sia dan maksiat semata?

Astagfirullah....



Narrated by Ibnu Abbas,The Prophet s.a.w. said,
" There are two blessings which many people lose, (there are) Health and free time for doing good."
(Sahih Bukhari)





Yang lepas, jangan dikejar...
Kerana ia tak akan kembali lagi.


Ambil ia sebagai pengajaran.


Yang kita ada sekarang...
Ambillah masa ini, untuk kita bertindak.
Hidupkanlah masa ini dengan beramal.
Gunakanlah masa ini, untuk memperbaiki diri.


The biggest room is always the room for improvement.


Use well the time Allah has given to us.
Before the time pass by, leaving us behind.. and verily, it will never come back.


Never.


Kata-kata Ibn Mas'ud,

" Perkara yang paling aku menyesali apabila terbenamnya matahari, umurku bertambah tetapi amalanku tidak bertambah."


Jangan biarkan diri kita terus ketinggalan. . .

-truth seeker-
in the observation of Allah

ps: walaupun dunia ini tidaklah berharga mana... akan tetapi, masa di dunia yang singkat ini, amat-amatlah berharga. kerana, kehidupan abadi kita di akhirat, tidak lain tidak bukan, ditentukan amalan kita masa hidup di dunia. jika banyak diisi dengan ketaatan dan kebaikan, insyaAllah, baik lagi kehidupan kita di sana nanti. namun, jika sebaliknya, maka amat-amat merugilah kita. :(

ps: masa terus berlalu = ajal semakin mendekat = waktu bertemuNya juga kian menghampir. . .

ps: peringatan untuk diri sendiri terutamanya.

Monday, March 28, 2011

'Kelak', kau akan meyakini

Bismillah.

Alhamdulillah, saya masih di atas muka bumi ini.

Bererti,
Saya masih diberi peluang untuk memilih - jalan ketaqwaan ataupun jalan kefasiqan
Saya masih diberi peluang untuk - top up amal ataupun top up dosa
Saya masih lagi diuji - adakah saya ini benar-benar beriman ataupun hanya munafik(pura-pura beriman)
Saya masih lagi diuji - layakkah saya untuk mendapat syurganya ataupun hanya neraka yang selayaknya untuk saya (kerana masih lagi sombong, tak mengaku dan tak beramal sebagai hamba)

Di dunia ini kita diberi peluang
Di dunia ini kita diuji

Akan tetapi,
Hanya di akhirat kelak semuanya akan dibalas

Penat lelah dalam usaha menjadi hamba yang baik
- ganjaran yang berlipat ganda di sana

Lemas dan hanyut dalam dunia keseronokan dan kemaksiatan
- azab yang setimpal, atas perbuatan-perbuatan ingkar kita

Cuma
Sejauh mana kita meyakininya?

Allah sendiri ada berfirman,

" Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." (Qs. 30: 64)

Kita sudah mengetahui..

Jadi, kenapa kita sering tak ambil peduli?

Dunia ini hanya permainan.
Akhirat itu kehidupan kita yang sebenar-benarnya.
Sebenar-benarnya.

Jelas ayatnya...
Tapi, apakah kita masih tidak memahami?

Terkadang,
Manusia itu dilihat bijak
Kerana merancang baik kehidupan mereka 20 tahun akan datang (kononnya)..
Merancang rapi kejayaan dalam career hidupnya
Mahu membina famili yang punya nama
Punyai isteri yang cantik / Suami yang hensem
Kekayaan yang melimpah ruah dsb.

Tetapi
Apakah dikatakan bijak seseorang itu
Jika apa yang difikirkan
Hanya untuk 10-30 tahun akan datang....

Bagaimana pula perancangan kita untuk masa yang lebih ke hadapan
Masa depan kita yang lebih jauh
100 tahun akan datang...
200 tahun
300 tahun
1000
Dan seterus-seterusnya... (tak ada penghujungnya)

Tak kisah?

Apakah dikatakan bijak orang yang merancang rapi kehidupan 60-70 tahun di dunia, tetapi untuk kehidupan yang berjuta-juta tahun selepasnya, langsung tidak di ambil kira?

Apakah dikatakan berjaya orang yang berkedudukan dan punya harta yang berkati-kati di dunia ini, jika kelak di akhirat, hanya menjadi harta-harta yang akan dibakar dan disterika di tubuh mereka? (Lihat Qs. 9: 35)


Fikir-fikirkanlah..

Dan janganlah kita setakat fikir, akan tetapi tidak mengambil apa-apa tindakan.
Kerana itu hanya sia-sia.
Tiada makna untuk kehidupan 'sebenar' kita nanti...

Masa terus bergerak..
Tik.
Tik.
Tik.
It waits for no men.

Jangan kau claim dirimu berjaya,
Jika kejayaan yang kau rancang dan usahakan itu hanya takat di dunia


Jangan kau claim dirimu seorang yang matang dan educated,
Jika apa yang hanya terlintas di fikiranmu.. hanya dunia.. dunia..

Sedang, kau tahu..
Kau akan mati..
Aku juga akan mati..

Dan semua yang ada di dunia ini akan kita tinggalkan.
Rumah.
Harta.
Aset berjuta-juta.
Pangkat dan nama.
Isteri/suami juga keluarga.
Katakanlah, apa sahaja.

Yang tinggal?
Hanya amalan dan iman kelak akan menjadi saksi bicara di hadapan Yang Maha Berkuasa

Apakah kita akan hidup bahagia selepas itu?

Tepuk dada,
Tanya iman

Buka minda,
Renung-renungkan amalanmu sepanjang hidup di dunia.

Kerana kau hanya punya 'sekarang' untuk berfikir dan bertindak.
Kau hanya punya 'masa ini' untuk kau berubah, dan kembali meletakkan Allah sebagai Tuhan yang perlu kau taati

Ber'tindak'lah segera.
Sebelum engkau terlambat

Ataupun
'Kelak', engkau jua yang akan menyesal. . .
*kelak = tempoh masa yang amat kejap. percayalah.

Tak percaya?
Tepuk dada, tanya imanmu... (jangan tanya nafsu, sebab, nafsu akan menidakkan)



“ Dan (alangkah ngerinya) sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), 'Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), nescaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, (kini) kami adalah orang-orang yang yakin'” (Qs. 32: 12)

Kita mahu jadi seperti itu?
Pastinya tidak.


Kita sudah pun diperingatkan
Jadi ayuh kita bertindak!

Kelak, kau akan meyakini. . .



-truth seeker-
in the observation of Allah

Wednesday, March 23, 2011

Kerana yang menilainya itu Allah. . .

Bismillah

Alhamdulillah.. wa syukurlillah
Atas keizinan dan kekuatan dariNya, saya masih lagi di sini.
Masih lagi berjuang dalam medan dunia ini.
Masih dapat berjalan selangkah demi selangkah ke hadapan, walau mungkin, berkali-kali juga tersungkur dan juga terundur.
Semuanya dengan izin Allah.

Alhamdulillah...

Entah mengapa.
Baru-baru ini, banyak perkara yang berkeceramuk di dalam kepala saya.


Tugasan-tugasan yang perlu diselesaikan.... dan due date yang makin mendekat.
Masalah-masalah berhubung dengan diri dan masyarakat.
Ujian... tidak dapat menjawab test EPM dengan baik.
Tekanan.. persediaan untuk satu slot program yang perlu dihandle, hujung minggu ini. Rasa kurang confidence pula.
Dan, perkara-perkara kecil yang lain, yang entah mengapa, kadang-kadang terasa cukup mengganggu fikiran ini.



Astagfirullah..
Innnalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Ya Allah,
Berilah hambaMu ini kekuatan untuk terus istiqamah ya Allah.
Sesungguhnya, hambaMu ini, hanyalah hamba yang lemah.
Tidak akan mampu ku hadapi semuanya.. jika tanpa pertolonganmu ya Allah.


" Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdo'a kepadaNya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu(manusia) sebagai khalifah di bumi?

Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
Sedikit sekali nikmat yang kamu ingat." (Qs. 27: 62)



" So, verily, with every difficulty, there is relief:
Verily with every difficulty there is relief." (Qs. 94: 5-6)


Sabar wahai diri.
Terus teguhlah wahai diri.
Yakinlah.. bahawa sesungguhnya, Allah itu ada.
Dan Dia akan sentiasa membantumu, jikalaulah engkau terus bersabar...


" O ye who believe! Seek help with patient perseverance and prayer: for Allah is with those who patiently persevere." (Qs. 2: 153)




Saya terfikir satu perkara..

Dalam penat lelah kita lakukan kerja... pernahkah kita terfikir

Sebenarnya, untuk siapa kita buat semua ini?
Untuk Allah...

Siapa yang akan menilai semua ini?
Allah..

Justeru, pandagan siapa yang perlu kita cari?
....

Terkadang,
Kita sibuk mengejar itu.. mengejar ini..

Memenuhi kehendak atau hak-hak rakan, keluarga dsb.
Dan kerja-kerja yang dilakukan, kita usahakan untuk melepasi KPI (key performance indicator) yang ditetapkan.

Sampai kan kita lupa, bahawa hakikatnya, yang kita lakukan semua ini.. demi meraih perhatian Allah.. demi mendapatkan redha dariNya..

Jadi, mengapa harus kita merasa sedih?? Atau tertekan?


Seringkali, tatkala berurusan dengan manusia, kita dengan mudahnya akan merasa tertekan.

Manusia itu... banyak ragamnya.
Manusia itu... jarang sekali menghargai usaha-usaha yang kita buat.
Dan manusia itu juga... sukar sekali berpuas hati dengan hasil kerja kita. They always demand more from us.


Ya..
Begitulah manusia.
Yang tiap-tiap individu itu, tiada yang sempurna...
(Jangan lupa, kita juga manusia)

Tetapi, lupakah kita kerana siapa kita buat?
Adakah untuk manusia?

Akan tetapi, lupakah kita pandangan siapa yang kita utamakan?
Bukankah pandangan Dia yang Maha Mensyukuri?


Allah...


Ingatlah wahai diri..
Jika perhatian manusia yang kau cari.. kau tidak akan pernah merasa puas.
Mereka tidak tahu, masa-masa yang kau korbankan tatkala kau tidak bersama mereka.
Mereka tidak merasai, keperitan dan kesusahan, sepertimana yang kau rasai ini.
Ya, mereka tidak akan pernah dapat memahamimu, dengan sebenar-benarnya!


Sebaliknya,
Allah itu sentiasa ada untuk makhlukNya.
Yang Maha Melihat itu sentiasa melihat, pengorbanan-pengorbanan yang engkau lakukan.
Yang Maha Mensyukuri itu sentiasa mengira, penat lelah, titis peluh yang engkau keluarkan.
Dan Dia faham, apa yang sedang engkau rasa..
Dia tahu, kesusahan-kesusaha yang sedang engkau hadapi..

Jadi, mengapa perlu kau merasa lemah dan berputus asa?

Kerana yang menilai semuanya kelak, adalah Allah

Ingatlah wahai diri..

Walaupun manusia menghentammu,
Atas hasil dari kerjamu yang tidak memuaskan bagi mereka.
Atas peribadimu, yang tidak pernah sempurna di mata mereka.
Allah itu, tetap adil dan Maha Penyayang, atas dirimu.

Dia tidak akan pernah menyalahkan kamu jika engkau sudah berusaha sebaiknya.
Dia tidak akan pernah melupakan usaha-usahamu, walau usahamu, pada 'luarannya' tidak berjaya.

Bahkan, bukankah hasil itu jua atas ketentuan dariNya?

Ingatlah wahai diri..
Ingatlah pesananku ini.


Jika kau kelihatan tidak berjaya,
Sedang kau telah berusaha sedaya upaya...
Ingatlah,
Sesungguhnya, Yang Maha Mengetahu itu sedang menguji keikhlasanmu...
Apakah benar, kau lakukan itu, hanya kerana Allah semata?

Astagfirullahal'adzim..
Astagfirullah.


Ampuni hambaMu ini ya Allah
Yang dengan cepatnya mengeluh dan berputus asa.
Yang dengan cepatnya mengalah, dan rasa tidak berdaya.

Ku yakin,
Engkau sedang melihat setiap gerak langkahku...
Mendengar setiap rintihan hatiku..

Oleh itu,
Rahmatilah aku ya Allah dalam perjalananku ini..
Kuatkan aku, untuk terus istiqamah di jalanMu..
Teguhkan hati ini, untuk tetap tenang tatkala mendapat ujian dariMu
Dan redhailah hambaMu ini....

Kerana sesungguhnya
Aku sedar
Bukan redha manusia yang ku cari
Jika tidak, redhaMu yang aku perolehi.

Ya Allah,
Tetapkan langkah-langkah ini,
Hingga ke hujungnya...

Aminn ya Rab.

" Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun berat, dan berjihadlah(berjuanglah) di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Qs 9: 41)


-truth seeker-
in the observation of Allah


ps: wahai diri, yang engkau perlu adalah berusaha dan terus berusaha. kerana yang menilainya itu Allah. . .

Tuesday, March 22, 2011

Bukan yang terbaik. . .

Bismillah

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah s.a.w.,
" Siapakah yang menjadi sahabat yang paling baik bagi kami?"

Jawab Rasulullah s.a.w.,

" Seorang yang apabila kamu memandangnya, kamu teringat akan Allah, apabila kamu mendengar percakapannya, bertambah pengetahuan tentang Islam, apabila kamu melihat kelakuannya kamu teringat kehidupan akhirat."


Subhanallah..
Saya cukup terkesan tatkala membaca kata-kata ini.

Ya Allah,
Jadikanlah aku,
Seorang sahabat yang terbaik kepada sahabat-sahabatku,
Yang dengan hadirnya aku bersama mereka,
Dapat mendekatkan diri mereka kepadaMu.


Semoga Engkau perkenankan.




-truth seeker-
in the observation of Allah


ps: maafkan aku semua.... kerana aku tidak memainkan peranan aku sebagai sahabat, dengan baik selama ini. :(

Sunday, March 20, 2011

Letih?

Bismillah

Imam Ahmad Ibnu Hambal pernah ditanya,

" Wahai imam, agak-agaknya, bilakah kita akan mendapat rehat, yang sebenar-benar rehat?"

Imam Ahmad menjawab,

" Rehat yang sebenar-benar rehat itu, hanya akan kita dapati, tatkala kita meletakkan kaki kita ke dalam syurga."


Ya Allah,
Engkau perkukuhkanlah langkah kami ini.. agar hati kami bertambah teguh, untuk terus dan terus menapak, demi mendekatkan diri kami kepadaMu ya Allah.


Sebaliknya, janganlah sesekali Engkau hentikan langkahan kami ini,
Melainkan... ketika di syurga nanti.


Aminn ya Rahim


Sedarlah wahai diri, dunia ini hanya sementara cuma...


-truth seeker-
in the observation of Allah

Saturday, March 19, 2011

Fire drill?

Bismillah

Alhamdulillah..
Segala puji dan puja hanya selayaknya bagi Allah.
Saya 'masih' lagi diberi peluang untuk mengecapi nikmat Islam,
Walau mungkin, saya masih belum cukup bersungguh-sungguh beramal dengannya... astagfirullah

Intospeksi diri...

*siapa penulis? harap diabaikan. moga dengannya, kita lebih mudah untuk sama-sama bermuhasabah akan diri masing-masing. insyaAllah.

Fire drill?
Kenapa tiba-tiba saya ingin menyebut alkisahnya fire drill?



Awal pagi tadi, di kolej kediaman saya, ada diadakan fire drill, atau bahasa melayunya, latihan kebakaran.
Mendengar loceng kebakaran yang bingit memenuhi ruang asrama, menyebabkan saya terus terbangun dari tido. Melihat jam di handset, baru menunjukkan pukul 4.20 pagi.

Saya bangkit, melihat tingkap. Tiada tanda-tanda asap atau kebakaran... jadi saya terus ke tandas, untuk kemudiannya menunaikan apa-apa yang perlu (tetapi tidak turun untuk fire drill.. hehe.. - xperlu dicontohi)~

Saya kira, lama juga loceng berbunyi. Sampai pukul 5 pagi kalau tak silap saya.
Mungkin, sebab tak ramai yang turun kut. (kalau dari pandangan tingkap saya, saya tidak sedar seorang pun yang turun)

Bahkan, beberapa orang pelajar, menjerit "Apiii! Apiii!".
Kelihatan seperti bermain-main dengan situasi itu, sedang, mereka juga tidak kelihatan turun ke bawah.

Hmm,
Jadi, ada apa dengan fire drill?

Kerana kejadian itu, saya jadi terfikir...
Untuk persediaan menghadapi situasi kebakaran, kita dapat membuat fire drill.
Tetapi, untuk persediaan menghadapi kematian, ada ke death drill??

Ya, death drill (boleh gune ke term ni?). Pernah anda terfikir?

Kalau dalam kebakaran, kita dilatih untuk bersiap sedia dalam apa jua keadaan pun.
Kebakaran boleh berlaku secara tiba-tiba (fire drill pun biasa diadakan di tengah malam - melatih kita sentiasa bersiap sedia)
Any moment occuring events.

Bagaimana pula kematian?
Bukankah ia juga boleh terjadi dalam apa jua keadaan (ada orang mati ketika tido, berjalan, sujud dll)
Bukankah ia berlaku secara tiba-tiba
(kalau dalam kebakaran, sekurang-kurangnya, kita ada smoke detector devices untuk mengesan asap.. kalau kematian?? ada detector device jugak ke?)
Yes, and it is also any moment occuring event.

Jadi, rasanya perlu tak kita buat death drill ini?
Yup, semestinya.

Malah,
Jika fire drill - kebarangkalian untuk seseorang itu mengalami kejadian real-life kebakaran adalah amat-amat kecil dalam seumur hidupnya.
Death drill - pula sebaliknya... tiap-tiap yang bernyawa itu, pasti akan menghadapi mati.
Pasti.

Ada sesiapa yang mengaku dirinya terlepas dari kematian?
Ada?
Saya pasti, bahawa semua yakin dan amat-amat mengetahui, kematian itu, akan datang menjengah mereka.
Baik yang bukan Islam sekalipun.

Jika fire drill itu, demi mengelakkan badan kita dijilat api dunia.
Death drill pula, demi mengelakkan badan kita diratah, api neraka yang tidak terperi seksanya..
Bahkan, kalau tak silap saya, ada riwayat mengatakan, ianya 100x lebih panas dari api di dunia. Na'udzubillah

Yang pasti, kita tidak akan sanggup untuk memasukinya, barang pun sesaat.
Saya tak sanggup. Anda?

Kepanasan gunung berapi pun sudah tak tertahan. Apatah lagi seksa di api neraka?


Jadi, apakah kita masih mahu lengah-lengahkan diri dari melaksanakan death drill??
*death drill = persiapan dalam menghadapi kematian

Apakah kita tahu, bahawa kematian kita itu masih lambat lagi?
Tidak.
Bahkan, saya pasti, tiada yang mampu memastikan bahawa dirinya masih hidup pada esok hari.

Teringat saya, kepada seorang rakan (atau boleh dipanggil abang), yang baru sahaja meninggal pada cuti mid-sem yang lepas (9/3/11). Umurnya ketika itu baru mahu menjengah 22 tahun.
Al-Fatihah....

Masih segar di ingatan saya, hanya beberapa hari sebelum itu, kami bertegur sapa di perkarangan masjid. Senyumannya, sapaannya.
Saya ada bertanya, ke mana tempat dia akan balik - jawabnya, Terengganu.
Rupa-rupanya, dalam perjalanan pulang ke rumah di Terengganu itulah, dia mengalami kemalangan jalan raya, sehingga meragut nyawanya.
Innalillah...

Jujur, mendengar berita kematiannya sahaja membuat saya terpana.
Bagaimana jikalau, yang pergi, lepas pertemuan itu... saya? Tidak mustahil bukan.

Alhamdulillah.
Allah masih mengizinkan saya untuk bernafas.
Begitu juga buat anda yang membaca.

Dan kita perlu sentiasa ingat,
Bahawa kematian itu tidak mengambil kira umur...

Persoalannya,
Adakah kita bersyukur dengan kesempatan yang Allah berikan ini?
Apakah dengan terus berada dalam jalan yang melupakan Allah itu tandanya kita bersyukur?
Apakah, dengan mengisi masa hidup di dunia yang singkat ini, dengan perkara-perkara lagha dan maksiat, itu yang ingin kita bawa tatkala menghadapNya?
Justeru pula, mengapa, tatkala ada orang-orang yang mengingatkan kita kepada Allah.. kita sering perlekehkan??
Kalau begitu, mengapa tika, ada orang yang concern terhadap 'masa depan' kita, kita buat tak peduli??

Mengapa?

Ego sangatkah kita?
Terasa diri lebih bagus?
Sampaikan tidak boleh ditegur, tidak boleh dinasihati...

Jangan, jangan wahai diri....
Nasihat buat diri saya sendiri.. terutamanya.
Yang ada masanya, merasa ego untuk menerima nasihat dan teguran..

Sesungguhnya, takabbur itu hanya layak bagi Allah.
Manusia itu, sedikitpun tidak layak untuknya.
Siapakah kita, tanpaNya?

Dan kelak..
Ya, di akhirat nanti.. kau akan benar-benar menyesal dengan perbuatan tidak pedulimu itu.

Akan tetapi, rugi sekali...
Rugi
Kalau engkau rendahkan egomu serendah tanah yang dipijak-pijak sekalipun ketika itu
Penyesalan itu tetap tiada membawa apa-apa guna
Kerana, ketika di dunia dahulu,
Kau sendiri yang tidak menggunakan peluang yang Dia berikan, untuk mendekatkan dirimu kepadaNya....


Firman Allah s.w.t dalam kitabNya,

"Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,

hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir). Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"

Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".

Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".

Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

[Surah Al-Mulk, 67: 7-11]



*kafir=ingkar... sebagai muslim, kita tetap boleh merefleksi diri kita pada ayat-ayat yang mengecam orang kafir..

It is never too late to change.

Masih tak berminat untuk melakukan death drill??
Tak mengapa.
Saya tak rugi sedikitpun.
Mereka-mereka juga tidak rugi sedikitpun.
Rakan-rakan yang kamu seringkali bergaul bersama, itupun tidak akan rugi.

Sebaliknya, jika dengan izinNya kamu sedar..
Dan mengambil tindakan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Dirimu itu sendiri yang akan amat-amat beruntung.
Yep.
Mengelakkan diri daripada diseksa beribu-ribu tahun di neraka... apakah itu bukan suatu keuntungan yang besar?

Kelak, kamu dengan amalanmu di hadapan Allah.
Aku dengan amalanku di hadapanNya.
Mereka dengan amalan mereka di hadapanNya jua.

Sedang aku tahu, amalanku juga masih sedikit...
Dosaku juga bertimbun.
Tiada masa pula aku ingin mempersoalkan pula amalanmu..

Hanya saya mampu berdo'a
Moga 'kelak', saya dan kamu dapat sama-sama mendapat redha dariNya.
Dan terhindar dari seksaan neraka yang dahsyat.

Aminn ya Rahman

Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian  itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baqa' dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat.”
[HR. Ibnu Majah dan Abiddunya]


ps: death drill = persiapan menghadapi mati = amalan kebaikan + taqwa.. dan drill ini telah lama pun bermula. . .

-truth seeker-
in the observation of Allah

Friday, March 18, 2011

Terkadang kita lupa. . .

Bismillah.

Terkadang kita lupa,
Bahawa setiap kejadian itu berlaku dengan izinNya.

Terkadang kita lupa,
Setiap percaturan Allah itu pasti ada hikmahnya.

Terkadang kita lupa,
Allah itu lebih mengetahui apa yang terbaik buat kita.

Terkadang kita lupa,
Kasih sayang Allah itu melebihi segala-galanya.


Terkadang kita lupa...
Lantas, kita sering mengeluh atas ujian yang menimpa kita.
Malah, dengan mudahnya kita rasa berputus asa.


Apakah kita lupa, bahawa Allah itu ada?
Hebat manakah kita... sehingga kita sombong untuk meletakkan sepenuh pergantungan dan tawakkal kepadaNya? 


Astagfirullah....
Ampuni kami ya Allah, atas kekhilafan kami.

Sifat pelupa kami, menunjukkan, diri kami yang lemah,
Dan perlunya kami kepadaMu ya Allah.

Allah...
Jika kami lupa, ingatkanlah kami,
Jika kami leka, sedarkanlah kami,
Moga-moganya,
Kami lebih bersabar dan teguh berada di atas jalanMu...

Sungguh, kami yakin,
Kau lebih mengetahui apa yang terbaik buat kami,
Meskipun yang Engkau hindari itu,
Kelihatan amat menarik di hati kami,
Atau tampak lebih baik buat kami,
Kerana sesungguhnya, pengetahuan kami, amat-amatlah terbatas.

-truth seeker-
in the observation of Allah

ps: ingatkan saya, agar saya tidak lupa.

Wednesday, March 16, 2011

Bersediakah kita?

Bismillah

Alhamdulillah..

Dia masih berikan saya peluang untuk bernafas.
Dia masih berikan masa kepada saya untuk perbaiki diri.
Dia masih berikan kesempatan kepada saya untuk beramal dengan ilmu yang saya ada... dan perkara-perkara yang saya sampaikan
Dan Dia juga masih berikan ruang kepada saya, untuk mensucikan hati saya, dari noda-noda dosa, dari karat-karat jahiliyyah yang hanya mereputkan jiwa ini...

Saya tidak lain, hanyalah hambaNya yang hina dan berlumuran dosa.
Jika tidak atas kasihnya Dia, mungkin, saya tidak akan diberi nikmat sekelumit pun

Ditambah,
Amalan saya yang tak seberapa... jauh sekali untuk dibandingkan dengan orang-orang yang soleh
Dan mengingatkan itu, saya jadi takut untuk menghadapi mati.

Ya. Rasa takut, khuatir, gerun..
Jujur saya katakan
Kerana diri masih belum bersedia...

Bersediakah kita untuk kembali padaNya?

Saya tertanya-tanya,

Jika Allah menjemputku sekarang.. apakah yang ingin aku persembahkan kepadaNya?

Dosa-dosaku yang bertimbun?
Amalan-amalanku yang sedikit..?
Itupun, yang aku masih berkira-kira dalam melakukannya.

Banyak mengikut nafsu...
Ada kala malas, ada kala sekadar cukup done.
Tidak berusaha dengan sesungguhnya..

Dan..
Benarkah aku ikhlas dalam mengerjakan amalan-amalan itu??

Jika benar engkau ikhlas...
Mengapa dengan mudahnya engkau mengeluh, dan berputus asa..?

Mengapa??

Apakah amalan-amalanmu yang tak seberapa itu yang ingin engkau persembahkan kepada Tuhan yang memberimu segala nikmat yang kau kecapi sehingga hari ini?

Cukupkah??
Atau..
Mungkinkah lebih teruk lagi, di hadapanNya kelak, semua itu hanya menjadi debu-debu yang berterbangan?

Ya,
Hanya menjadi debu-debu yang tidak punya apa-apa nilai
Atas sebab dirimu, yang tidak ikhlas dalam beramal...

" Dan Kami memperlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan."
[Qs. 25: 23]

Astagfirullah..
Astagfirullah..
Astagfirullah..

Insaflah wahai diri
Insaflah, sebelum engkau terlambat...

Ya Allah,
Yang Maha Pengampun,
Yang Maha Ihsan,
Ampunilah aku ya Allah,
Atas segala dosa yang sering aku lakukan,
Atas dosa-dosa kecil yang sering ku perlekehkan,
Atas segala kata-kata yang tidak aku laksanakan,
Atas segala ilmu yang tidak aku amalkan,
Atas segala amal, yang bukan keranaMu aku kerjakan.. T_T

Aku hanya hambaMu yang hina ya Allah...
Ampunilah aku
Rahmatilah aku
Limpahkanlah petunjukMu kepadaku
Aku tahu, aku bukan hambaMu yang baik
Tidak layak bagiku mendapat redha dan kasih sayangMu
Namun ya Allah
HambaMu ini masih berusaha untuk memperbaiki diri.. mendekatkan hati kepadaMu

Oleh itu ya Allah
Dengan belas ihsanMu
Kasihanilah aku
Berikanlah aku lebih masa untuk aku memperbaiki diri
Agar tatkala aku, Engkau jemput
Aku membawa diri ini
Dan dapat persembahkan kepadaMu
Qalbun salim (hati yang bersih)...

" Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

(iaitu) di hari harta dan anak-anak tidak berguna,

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,"

[Qs. 26: 87-89]




Tetapkan hati-hati kami ini ya Allah...
Untuk terus dan terus, dalam usaha, mendekatkan diriku kepadaMu
Sehingga ke akhirnya. . .

Aminn
Ya Rahman

-truth seeker-
in the observation of Allah

Tuesday, March 15, 2011

Saya muslim?

Bismillah

Menjadi muslim bukan kerja part-time.


Alhamdulillah.
Baru saya dapat mengambil nafas seketika dan mencoret sesuatu di sini. Kerana, semenjak dua menjak, kehidupan saya dipenuhi dengan kerja dan tugasan. Jarang dapat rehat yang sepenuhnya.

Namun, itu perkara yang biasa kan?

Hidup di universiti, tidak dapat tidak, pelajar akan merasai kesibukan. Apatah lagi, mereka yang 'muslim', dan berperanan sebagai muslim.

Em. Ada ke orang muslim yang tak berperanan sebagai muslim?

Tepuk dada, lihat sekeliling kita.

Saya tertarik dengan satu kata-kata yang saya temui di facebook,

" Sebagai pelajar di universiti. Jangan meletakkan 'aku sebagai pelajar', melebihi 'aku sebagai muslim'."

Hmm. Benar. . .

Pasti, dalam memikul 'amanah' sebagai pelajar, kita tidak terlepas dengan banyak kerja dan tugasan.

Assignment bertimbun, group project, ditambah dengan tests yang mendekati, dicampur dengan kerja posisi-posisi di universiti, kalau ada, pasti kadang buat kita tak cukup tangan bukan?

Tapi, berbalik kepada asas, 'jangan lebihkan saya seorang pelajar, lebih dari saya seorang muslim.'

Maknanya. .  .

Jangan sebab nak skor exam, kita stadi pulun sampai lewat tengah malam, tetapi kemudiannya, solat subuh kita tinggalkan.

Jangan sebab nak siapkan assignment dan project work, rakan-rakan kita pergunakan demi kepentingan diri. Akhlaq kita tidak dijaga.

Jangan sebab nak pulun studi, tanggungjawab dakwah hanya dilakukan sambil lewa. Apatah lagi, ditinggalkan terus.

Buat diri sendiri.. jangan, jangan kamu sedemikian.

Sebagai muslim, hidup kita bukan semata untuk diri kita, tidak. Tetapi juga, untuk orang-orang sekeliling, demi kebangkitan ummah.

Dalam hal ini, kita perlu bijak menimbang keadaan, atau mudah kata, tau mana yang prioriti.

Jikalau, pada masa itu, esok kita ada test, so, sudah semestinya, test itu menjadi salah satu prioriti utama kita saat itu.

Jikalau pada masa itu, ada program-program Islam, yang kita perlu kelolai atau sertai, maka, program itu pasti menjadi prioriti utama buat kita.

Jikalau, clash, antara tanggungjawab yang ada, pandai-pandailah bahagikan masa, mengikut kepentingan. Jangan pula kerana studi, tanggungjawab-tanggungjawab lain terus diabaikan.

Aku sebagai muslim, kena sentiasa melebihi aku sebagai pelajar.



Jika kita hanya mahu studi, tanpa memikirkan tanggungjawab-tanggungjawab kita yang lain, tanyakan pada diri, "Ikhlaskah kamu studi kerana Allah?"

Kerana dalam hal niat.

Ramai yang melihat, niat itu seakan-akan toppings pada ice cream. Boleh tambah suka-suka, sebagai pelengkap rasa.

Studi, studi, studi,... pastu niatkan kerana Allah. supaya dapat pahala ibadah.

Tidur, niatkan kerana Allah.

Makan, niatkan kerana Allah.

Bersukan, niatkan kerana Allah.

Ya, memang niat itulah, yang dapat menjadikan sesuatu amalan itu ibadah.

Tetapi,  "Sesungguhnya setiap amal bermula dengan niat..." -hadis

Ya, bermula dengan niat.

Bukan sekadar, eh, saya mahu studi la untuk exam esok. Supaya, sem ni nak dapat dean's list and etc.. Tiba-tiba, hujung tu kita tambah.. niat kerana Allah. Semudah itukah? Adakah dengan sekadar, kata-kata @ lintasan hati kita yang kejap itu, terus, ia menjadi ibadah?

Sudah tentu tidak.

Amalan itu 'bermula' dengan niat.

Niat kerana Allah, itu asas amalan itu.

Yakni, tujuan kita berbuat sesuatu amalan itu, kerana Allah.

Studi kerana Allah. Supaya dapat meningkatkan ilmu, membangun ummah, pelihara maruah Islam. . .

Tido kerana Allah. Agar dapat mengumpul tenaga, untuk terus beribadah, dan memainkan tanggungjawab kita sebagai muslim.

dll...

Dan sekali lagi, niat, bukan sekadar toppings pada aiskrim. Sebaliknya, ia adalah asas bagi sesuatu amalan itu.

Jadi, studi kerana Allah, sehingga, meninggalkan tanggungjawab-tanggungjawab muslim kita yang lain?

Kita studi kerana Allah kah?

Tanyakan kembali ke dalam diri.

Ingatkan diri, kita sebagai muslim, harus sentiasa melebihi kita sebagai pelajar.

Bahkan sebenarnya, kita sebagai pelajar, itu merukan salah satu sub kepada kita sebagai muslim.

.... Terasa tanggungjawab, berat sangat??

Ingatlah firmanNya,

" Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. .." (Qs 2: 286)

Jadikan Rasulullah s.a.w. role model kita. Bagaimana tanggungjawab yang baginda pikul, jauh lebih banyak dan berat berbanding kita. Akan tetapi, apakah pernah baginda mengeluh?

Introspeksi diri.. introspeksi diri..

Ingatlah, kehidupan dunia ini, hanya sementara.. ya.

Dan tetap, akhirat jualah, kehidupan kita yang sebenarnya.. kehidupan kita yang abadi... benar?

Lantas, wahai diri.... mengapa aku masih berkira-kira? 

" Wahai orang-orang yang beriman!
Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, 'Berangkatlah di jalan Allah', kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?

Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat?

Padahal kehidupan di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."

[Surah At-Taubah, 9: 38]


-truth seeker-
in the observation of Allah

Monday, March 14, 2011

Aku hanyalah hamba. . .

Bismillah



Hidup ini bukanlah satu gelanggang untuk kita bermain-main. Aku diajar bahawa di dalam kehidupan, pasti akan ada kepahitan. Dan dari yang pahit itulah, baru kita dapat merasakan ‘manis’nya manis.

Setiap kejadian itu berlaku hanya dengan seizin Allah, dan pasti ia turut sama mengandungkan hikmah dari Sang Pencipta.

Pada kesukaran, di situ kita dapat belajar erti kesabaran, ketabahan, redha, rendah hati, dan kebergantungan pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada kenikmatan dan kegembiraan, kita dapat pula belajar untuk mensyukuri setiap pemberian Tuhan.

Apa-apa kelebihan atau keistimewaan itu bukanlah untuk dibangga, malah kita sebagai hamba selayaknya bertambah rasa kerdil dan rendah hati pada Yang Maha Esa, kerana Dia juga telah memilih kita untuk mendapatkan beberapa kelebihan yang mungkin tidak dapat dirasakan oleh sebahagian besar lagi insan-insan yang lain.

Kita adalah hamba, itu peranan kita. Bukalah mata kita, telinga kita, minda kita, dan hati kita seluas-luasnya, agar kemudian kita akan dapat melihat, di sebalik semua aturan Yang Maha Esa itu, wujudnya tanda-tanda keagungan dan kebijaksanaan Sang Pencipta.

Berpijaklah pada realiti. Pada hakikat kehidupan di dunia ini tidak kekal abadi.

Mari sama-sama kita kembali kepada fitrah - Bergantung  sepenuhnya hanya pada Yang Maha Kuasa.  Menjadi hamba sepenuh masa.

Jom! ^_^

Lillahita’ala~
truth seeker . aku – hambaNya .  0137 . 11/01/07
-in the observation of Allah-

Saturday, March 12, 2011

Bismillah

Bismillah

Ya Allah
Semoga dengan blog ini
Dapat mendekatkan aku kepadaMu

Amin Ya Robb

-truth seeker-
in the observation of Allah